Ads 468x60px

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Jumlah Naskah Soal UN Tahun Ini "Ngepas"

MEDAN KOMPAS.com - Ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP dan SMA sederajat pada tahun 2012 ini tidak lagi dilengkapi dengan soal cadangan. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri mengatakan, idak adanya soal cadangan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran yang akan dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini soal yang dikirim dari percetakan ke sekolah-sekolah jumlahnya sesuai dengan peserta ujian. Tidak ada lagi naskah cadangan, agar tidak ada kebocoran soal," kata Syaiful.

Ia mengatakan, tahun ini naskah soalUN untuk siswa SMA/MA/SMK dan SMP/Mts dan SMPLB dicetak oleh pemenang tender pencetakan naskah soal berdasarkan ketetapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemenang tender pencetakan adalah CV Ceriau Riau Mandiri yang berpusat di Riau. Adapun untuk SD/MI serta SDLB belum dicetak karena belum diketahui pemenang tendernya.

"Untuk naskah soal sendiri diharapkan tidak akan salah cetak, sebab UN kali ini tidak ada cadangan naskah soal, dan memang diharuskan kepada pemenang tender untuk mencetak naskah soal secara sempurna tanpa adanya salah cetak atau kerusakan naskah soal," paparnya.

Syaiful mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada naskah soal UN tersebut, pihaknya bersama Kemendikbud telah mengirimkan tim berjumlah empat orang yang bertugas untuk mengawasi atau memantau naskah soal ujian di percetakan.

"Tim tersebut masing-masing berasal dari Unimed, Disdik Sumut dan Kemenag Sumut. Dengan keberadaan mereka di sana akan mampu memantau atau pun mencegah terjadinya pengiriman naskah rusak ke Sumut karena jika hal itu terjadi akan menghalangi proses pelaksanaan UN," katanya.

Terkait pendistribusian naskah soal, pihaknya berharap, percetakan dapat mengirim paling lambat seminggu sebelum berlangsungnya ujian. Dengan demikian, distribusi soal ke daerah-daerah juga akan tepat waktu.

"Ini penting guna mempercepat pendistribusian ke kabupaten/kota khususnya di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan," ujar Syaiful.  

Jumat, 17 Februari 2012

Mahasiswa Indonesia Masih Jadi Prioritas AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar baik bagi Anda yang berkeinginan melanjutkan studi di Amerika Serikat. Wakil Atase Kebudayaan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Arend C. Zwartjes mengatakan, mahasiswa Indonesia masih sangat berpeluang besar untuk mendapatkan beasiswa berkuliah ke Amerika Serikat.  Mahasiswa asal Indonesia masih menjadi prioritas negeri Paman Sam tersebut.

"Peluang kuliah di sana masih banyak, karena sebetulnya Indonesia menjadi prioritas pemerintah AS untuk mendorong lebih banyak dari mahasiswa Indonesia," kata Arend, saat berbicara mengenai pendidikan tinggi di AS, di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Peluang kuliah di sana masih banyak, karena sebetulnya Indonesia menjadi prioritas pemerintah AS untuk mendorong lebih banyak dari mahasiswa Indonesia
-- Arend C. Zwartjes
Arend menjelaskan, untuk mendorong mahasiswa asal Indonesia melanjutkan studi ke AS, Kedutaan Besar AS untuk Indonesia bekerja sama dengan Education USA dan The Indonesian International Education Foundation (IIEF) agar menginformasikan berbagai kesempatan beasiswa. Salah satu program beasiswa tahunan yang cukup banyak peminatnya adalah Fullbright.
"Karena beasiswa Fulbright ini yang paling besar peluangnya," ujar Arend.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2012 ini, ada sekitar 7000 mahasiswa Indonesia yang tengah bersekolah di AS. Ke depannya, AS menargetkan hingga 14.000 mahasiswa asal Indonesia dalam lima tahun ke depan. 

Kamis, 16 Februari 2012

Catat Jadwal Beasiswa-beasiswa Tahunan Ini!

KOMPAS.com - The Indonesian International Education Foundation (IIEF) setiap tahunnya menawarkan berbagai beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia. Pada tahun 2012 ini, ada 13 program beasiswa yang bisa Anda coba!

Program Development and Communication Associate IIEF, Annisa Sabrina Hartoto, Selasa (14/2/2012), mengatakan, sebagai lembaga Indonesia non-profit atau lembaga swasta yang mengelola dana-dana dari sponsor (asing dan lokal, baik perusahaan atau pun perwakilan pemerintah), IIEF membuat suatu program yang bisa memajukan bangsa Indonesia lewat pendidikan internasional. Sebanyak 13 program beasiswa yang dibuka pada tahun ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu untuk S-1, S-2 dan S-3, dan non-akademik.

Berikut ini adalah 13 program beasiswa tersebut:
A. Gelar Sarjana S-1

1. GE Foundation Scholar - Leaders Program
Beasiswa ini dikhususkan bagi mahasiswa yang terdaftar di ITB, ITS, IPB, UGM, UI, UNAIR, UNDIP, UNIBRAW, atau UNPAD jurusan MIPA, Ekonomi, dan Teknik. Batas waktu pendaftaran 15 Maret 2012. Untuk informasi selanjutnya, silahkan klik www.scholarshipandmore.org

2. SMBC Global Foundation Scholarship Program
Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 2 yang terdaftar di UI dan UNPAD jurusan Hukum atau Ekonomi. Pendaftaran dibuka pada bulan November.

3. The Paiton Energy - Indonesian Young Leaders Scholarship Program (IYLSP)

Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 3 yang terdaftar di ITB, ITS, UNAND, UNBRAW, dan UNDANA. Pendaftaran dibuka pada bulan Oktober.

Catatan: untuk mahasiswa yang ingin mendaftar pada ketiga beasiswa tersebut harus memiliki prestasi akademik yang baik, aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan atau kegiatan sosial dan membutuhkan keuangan.

B. Untuk Masster (S2) dan PhD (S3)

1. Graduate Degree Fellowship Program
Beasiswa yang berasal dari Universitas Hawaii ini ditawarkan kepada mahasiswa lulusan S-1 jurusan Ekonomi, Politik & Keamanan, Lingkungan, Populasi & Kesehatan, dan Pendidikan. Batas waktu pendaftaran 1 November 2012. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik link http://www.eastwestcenter.org/

2. Program To Extend Scholarship And Training To Achieve Sustainable Impacts (PRESTASI)
Beasiswa untuk program S-2 ke Amerika Serikat yang didanai oleh USAID ini ditawarkan untuk jurusan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Ekonomi, Demokrasi, dan Pemerintahan. Kesempatan beasiswa ini terbuka tidak hanya untuk pegawai negeri sipil, tetapi juga wartawan, dan umum. Dengan catatan, ditujukan bagi calon pemimpin muda Indonesia yang bisa menerapkan ilmunya pasca studi. Informasi lebih jauh tentang beasiswa ini, klik http://www.eastwestcenter.org/.

3. The Ford Foundation International Fellowship Program (IFP)
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang kurang terlayani akses ke perguruan tinggi. Mereka dibina untuk memajukan jiwa kepemimpinan dan keadilan sosial sehingga dapat memberikan kontribusi yang luar biasa dalam bidangnya masing-masing di negara mereka sendiri. Namun, saat ini pendaftaran pada program beasiswa ini masih ditutup

C. Non-akademik

1. Asia Pacific Leadership Program
Program ini adalah program pertukaran yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan pelatihan di Universitas Hawaii selama 5-9 bulan.  Waktu pendaftaran dapat dilihat pada situs web http://www.eastwestcenter.org/

2. Bellagio Center Residency Program
Beasiswa ini untuk memajukan penelitian dan secara profesional berlangsung selama 4 minggu. Kesempatan ini ditujukan untuk para sarjana, seniman, pemimpin, pembuat kebijakan dan praktisi yang memiliki prestasi baik di bidang mereka. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 Maret hingga 2 Mei 2012. Informasi lebih lanjut, klik http://www.rockefellerfoundation.org/bellagio-center/residency-programs

3. Changing Faces Womens Leadership Program
Event ini adalah seminar kepemimpinan yang digelar di Universitas Hawaii yang diperuntukkan bagi perempuan profesional yang memiliki jiwa kepemimpinan, aktif dalam pengembangan masyarakat, pembangunan perdamaian (pasca-konflik), atau dapat berdialog antarkomunitas dan antaragama, serta memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun. Kapan bisa mendaftarkan diri untuk acara ini? Silakan klik http://www.eastwestcenter.org/

4. Indonesia English Language Study Program (IELSP)
IELSP ini merupakan program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di berbagai universitas Amerika Serikat. Program ini di khususkan bagi mahasiswa S1 (semester 5 keatas) di seluruh Indonesia dan harus aktif berorganisasi. Program beasiswa ini didanai oleh Departemen Luar Negeri AS dan Kedutaan Besar AS di Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai bulan Oktober. Untuk informasi lebih lanjut silahkan buka situs resminya, yaitu www.iief.or.id

5. Jefferson Fellowship Program

Program ini berdurasi selama tiga minggu yang diisi dengan kegiatan diskusi, serta kursus singkat yang berkaitan dengan media. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut http://www.eastwestcenter.org/

Pada program ini, peserta akan bertemu dengan para jurnalis dari seluruha dunia dan melakukan kunjungan ke Voice of America. 

6. New Generation Seminar
Program ini adalah seminar kepemimpinan di Universitas Hawaii untuk para generasi muda yang memiliki prestasi dibidang kepemiminan. Kapan pelaksanaan seminar untuk tahun 2012 ini, dapatkan informasinya di situs web http://www.eastwestcenter.org/

7. Summer Seminar on Population
Seminar Populasi dan Kesehatan ini lebih diutamakan untuk para lulusan yang memang ditunjuk dari universitas, instansi pemerintah, atau organisasi swasta yang terlibat dalam populasi dan penelitian kesehatan. Selain itu juga untuk kandidat doktor yang disertasi penelitiannya langsung berkaitan dengan topik lokakarya. Untuk informasi lebih lanjut www.eastwestcenter.org

Selamat mencoba, semoga berhasil!

Dinas Pendidikan Beri Rekomendasi ke Penerbit

Sumber: kompas.com
 
JAKARTA, KOMPAS.com -- Dukungan Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jawa Barat, yang merekomendasikan penerbit bisa menawarkan produk simulasi ujian nasional (UN) SMA dan SMK di Kota Bandung mendapat protes keras. Hal ini menjadi bukti bahwa penyelenggaran UN menjadi ajang bisnis bagi penerbit dan dinas pendidikan.
Aktivis Pendidikan Kota Bandung Iwan Hermawan mengemukakan, rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji kepada penerbit buku ternama untuk menawarkan produk simulasi UN SMA dan SMK diketahui ketika petugas dari penerbit datang ke sekolah. Untuk satu paket simulasi UN per mata pelajaran dijual Rp 17.000.
"Kebijakan yang aneh. Masa kepala dinas memberi rekomendasi penerbit untuk berjualan di sekolah. Ini bertentangan dengan Peraturan Mendikbud yang melarang penjualan buku di sekolah. Apalagi dengan terang-terangan merekomendasikan penerbit tertentu," tutur Iwan, yang juga Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).
Menurut Iwan, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung mengeluarkan surat soal pelarangan sekolah memaksa siswa membeli lembar kerja siswa (LKS) maupun seragam sekolah. "Tapi kok tidak lama ada surat rekomendasi penerbit buku tertentu bisa menawarkan produk simulasi UN untuk kepentingan try out," kata Iwan.

Minggu, 12 Februari 2012

Universitas Suez Canal di Mesir Buka Pusat Studi Indonesia

Sumber: Kompas.com

KAIRO, KOMPAS.com - Universitas Suez Canal di kota Ismailiya - Mesir (sekitar 100 km arah timur kota Kairo) hari Minggu (5/2/2012) secara resmi membuka pusat studi Indonesia (PSI).
Pembukaan PSI itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Dubes RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, dan Rektor Universitas Suez Canal Prof. Dr. Ahmed Mohammedein. Demikian rilis KBRI Kairo yang dikirim ke Kompas, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd. Rahman, dari Kairo - Mesir.
PSI mempunyai beberapa program, diantaranya: Kursus Bahasa Indonesia, Perpustakaan, Café baca, Pemutaran Film Indonesia, Café Budaya, Dapur Indonesia, Mengadakan seminar tentang Indonesia, Memberikan Konsultasi dan bimbingan akademik untuk mahasiswa yang akan meneliti tentang Indonesia.
Dubes Nufaizi, hubungan Indonesia-Mesir telah melewati sejarah cukup panjang, sehingga perlu dikembangkan dari sekedar hubungan yang bersifat emosional ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat besar bagi kedua n egara.
Rektor universitas Suez Canal, Mohammedein mengatakan, pendirian PSI ini menunjukkan langkah riil bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus bagi sahabat setianya (Mesir).
Atase Pendidikan KBRI Kairo, Prof, Sangidu, PSI pekan depan dapat dimulai dengan beberapa program pelajaran, yaitu kursus Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya nusantara, serta akan dilengkapi dengan perpustakaan literatur buku-buku tentang Indonesia.
Seperti diketahui, kerjasama bidang pendidikan antara Universitas Suez Canal dengan Universitas Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2005.
Program dan kerjasama yang terlaksana antara Universitas Suez Canal dengan beberapa universitas Indonesia di antaranya Shortcourse untuk mahasiswa S2 dan S3 (UGM dan UNS), Bimbingan tesis dan disertasi (UGM dan UNS), Rintisan double degree (UGM), Pelatihan bahasa Arab bagi para pengajar bahasa arab (UNS, IAIN Surabaya, UGM).
Selain itu, Join riset antara Universitas Suez Kanal dan UNS (Universitas Sebelas Maret), Kursus bahasa Indonesia untuk mahasiswa Universitas Suez Canal, Beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang) untuk mahasiswa S2 Mesir, Dream program untuk mengunjungi UGM, Belajar Bahasa Indonesia melalui program Darmasiswa untuk mahasiswa Mesir selama setahun di Indonesia.

Jumat, 10 Februari 2012

Jumlah Jurnal Ilmiah Masih Sangat Minim

Sumber: kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) Sri Hartinah mengatakan, jumlah jurnal ilmiah nasional terakreditasi yang dimiliki Indonesia masih sangat rendah. Dalam catatan LIPI, hingga saat ini, jumlah jurnal ilmiah (cetak) di Indonesia hanya sekitar 7.000 buah. Dari jumlah tersebut, hanya 4.000 jurnal yang masih terbit secara rutin, dan sedikitnya hanya 300 jurnal ilmiah nasional yang telah mendapatkan akreditasi LIPI.

"Saya rasa jumlah jurnal yang kita miliki sekitar 7.000, dan sudah 300-an yang terakreditasi LIPI," kata Sri, saat ditemui di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Ia menjelaskan, ada dua kategori jurnal ilmiah. Pertama, jurnal ilmiah dari lembaga penelitian yang tata kelola dan proses akreditasinya dilakukan oleh LIPI. Kedua, jurnal ilmiah perguruan tinggi yang tata kelola serta akreditasinya dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di luar itu, kata Sri, meski rendah, namun ia menilai banyak bermunculan jurnal dalam bentuk baru. Baik itu jurnal online, mau pun jurnal elektronik (e-journal). Jurnal online adalah jurnal ilmiah dalam bentuk cetak yang ditransformasikan ke dalam teknologi informasi. Keterbukaan dan perkembangan akses internet adalah alasan menjamurnya jurnal model ini.

Adapun  untuk e-journal, dijelaskan Sri, merupakan bentuk jurnal ilmiah yang sejak awal penulisan, administrasi, sampai pada publikasinya menggunakan perangkat elektronik. E-journal tidak memiliki jurnal dalam bentuk cetak.

"Jurnal online sudah banyak, tapi e-journal masih sedikit. Mungkin jumlahnya tidak sampai sepuluh," ujarnya.

Perhatian terhadap jumlah dan eksistensi jurnal ilmiah di Indonesia kembali mencuat setelah Ditjen Dikti mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasi karya tulis ilmiahnya sebagai syarat kelulusan. Namun, ada keresahan akan kesiapan jurnal-jurnal yang ada untuk menampung tulisan mahasiswa yang jumlah diyakini tidak seimbang dengan jumlah jurnal ilmiah. Ketentuan ini berlaku bagi mahasiswa yang lulus setelah Agustus 2012.

Kamis, 09 Februari 2012

Siswa SMP, Coba Beasiswa ke Singapura Ini!

KOMPAS.com – The ASEAN Scholarships for Indonesia atau beasiswa ASEAN untuk Indonesia yang berasal dari Departemen Pendidikan Singapura memberikan kesempatan kepada para pelajar SMP Indonesia untuk meraih kesempatan menempuh studi di negara tersebut. Beasiswa ini telah dipertahankan selama 4 tahun dan sudah mendapat penghargaan dari General Certificate of Education  Advanced (GCEA) di Singapore-Cambridge.  Kandidat yang terpilih akan dipertimbangkan untuk mendapatakan pernghargaan Merit Award.

Persyaratan
1. Warga negara Indonesia;
2. Lahir pada tahun 1996-1998;
3. Duduk dibangku SMP kelas 3 tahun 2012 yang  telah mengikuti ujian akhir nasional dan mendapatkan nilai baik.

Ingat tanggal-tanggal ini!
Tanggal yang diberikan di bawah ini bersifat sementara dan bisa berubah:
1. Batas aplikasi: Juni-Juli 2012
2. Seleksi tes: Agustus 2012
3. Seleksi wawancara: September 2012
4. Penghargaan Beasiswa: Oktober 2012
5. Waktu kedatangam: November 2012.

Kandidat yang terpilih pada seleksi wawancara akan diberitahukan seminggu sebelum seleksi wawancara. Tes dan wawancara akan dilakukan di daerah-daerah berikut ini:
1. Jakarta
2. Medan
3. Surabaya
4. Singapura

Catatan: Medan, Surabaya dan Singapura dapat digunakan sebagai tes/wawancara pusat jika ada calon yang cukup.

Syarat dan Ketentuan

Kandidat terpilih akan mendapatkan akomodasi berikut:
1. Menerima uang sebesar 2.200 dolar Singapura (secondary) / 2.400 dolar Singapura (Pre-University) per tahun dengan akomodasi hostel;
2. Uang menetap sebesar 400 dolar Singapura (hanya sekali);
3. Mendapat tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi ke Singapura;
4. Mendapatkan surat pembebasan biaya sekolah (tidak termasuk biaya lain);
5. Mendapatkan surat pernyataan pembebasan tuntutan dari GCE O-Level dan A-Level untuk biaya ujian (hanya sekali, jika berlaku);
6. Mendapatkan subsidi perawatan medis dan asuransi kecelakaan;
7. Mengikuti kursus di Singapura (sebelum dimulai, jika ada);
8. Tidak ada ikatan mendapat beasiswa lain.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi situs web www.moe.gov.sg

Makalah Publikasi Bisa Ringkasan Skripsi

Sumber: Kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah perguruan tinggi menyatakan, diperlukan masa transisi untuk menerapkan kebijakan baru Direktorat Jenderal Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kewajiban publikasi karya tulis ilmiah bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Seperti diketahui, pasca keluarnya surat edaran tersebut, kalangan universitas mempertanyakan jumlah dan daya tampung jurnal yang ada untuk mengakomodir tulisan para mahasiswa. (Baca: Perguruan Tinggi Memerlukan Masa Transisi)

Selain itu, surat edaran juga tidak memuat secara jelas mengenai jenis tulisan ilmiah yang harus dipublikasikan. Menanggapi keresahan dan pertanyaan kalangan perguruan tinggi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menjelaskan, makalah yang dipublikasikan bisa dalam bentuk ringkasan skripsi atau hasil praktik di lapangan.
Tentu tidak susah. Anak S-1 sudah terbiasa membuat paper. Kuliah 4 tahun pasti bisa menulis apa yang dikerjakan dalam 3-6 halaman. Semua khawatir, karena kita belum terbiasa
-- Mendikbud M Nuh
Menurutnya, hal itu tak sulit dilakukan karena hanya menyiapkan tiga hingga enam halaman tulisan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Namun, ia menggarisbawahi,  karya tulis itu harus telah memenuhi kaidah penulisan ilmiah yang baik. Misalnya, sudah melengkapinya dengan mencantumkan abstraksi, pendahuluan, analisis, dan kesimpulan.

"Tentu tidak susah. Anak S-1 sudah terbiasa membuat paper. Kuliah 4 tahun pasti bisa menulis apa yang dikerjakan dalam 3-6 halaman. Semua khawatir, karena kita belum terbiasa," kata Nuh, Senin (6/2/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Sementara itu, untuk menampung  "ledakan" makalah yang harus dimuat dalam jurnal ilmiah, Nuh menga takan, pihaknya akan membuat jurnal online. Jurnal tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa S-1 untuk mempublikasikan makalahnya. Selain itu, para mahasiswa S-1, S-2, dan S- juga dapat menggunakan jurnal ilmiah yang telah tersedia di berbagai universitas.

"Pokoknya yang penting terbit di jurnal apa saja. Kecuali S-3, jurnal tersebut harus terakreditasi. Lumayan untuk memenuhi target kuantitatif. Lumayan, ketimbang tidak terpenuhi keduanya, kualitas dan kuantitasnya," papar Nuh.

Ke depannya, ia berharap akan lebih banyak muncul jurnal ilmiah. Hingga saat ini, Indonesia hanya memiliki 121 jurnal yang terakreditasi Ditjen Dikti.

"Ketentuan ini tidak akan menumpuk dan memperlambat kelulusan calon sarjana. Kalau tak dikemas yang rugi kan kita semua," ujar Nuh.

Ia juga mengimbau, agar para mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang diwajibkan memublikasikan karya tulis ilmiahnya sebagai syarat kelulusan tak perlu khawatir. Umumnya, kekhawatiran berkembang pada belum pahamnya masyarakat akan jenis makalah yang dipublikasikan, ketersediaan media yang akan menampung makalah, sampai pada tersendatnya proses kelulusan setiap mahasiswa.

Jumat, 03 Februari 2012

Tiga Pelajar Indonesia Raih Kehormatan di Swiss

LONDON, KOMPAS.com - Tiga mahasiswa Indonesia lulus dengan gelar kehormatan pada program Bachelor of Business Administration Hotel Institute Montreux (HIM), Swiss, sekaligus meraih gelar dari Northwood University di Amerika Serikat (AS) untuk bidang hotel, restoran dan manajemen resor. Ketiga mahasiswa Indonesia itu adalah Nastita Rani Arydayita, Wahyudi Liliana Nurfitria, dan Siahaya Benecia Avilla.
Konselor KBRI Bern Renata Siagian dalam siaran persnya di London, Inggris, Kamis (2/2/2012), mengatakan, ketiga mahasiswa tersebut lulus dual major yang memang dirancang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada program lainnya. Untuk dapat mengikutinya, para siswa harus memiliki nilai minimum tertentu dan di atas rata-rata.
Sebagai lulusan dari HIM, Nastita Rani Arydayita, dan kawan-kawan berharap dapat memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya. Dengan menjadi alumni HIM, mereka akan menjadi bagian dari jaringan alumni HIM yang menjalin karir di lebih dari 50 ribu jaringan hotel ternama di seluruh dunia.
"Hal ini akan dapat membantu pengembangan karir kami di masa depan," ujar Nastita Rani Arydayita.
Adapun sampai saat ini HIM dikenal sebagai salah satu sekolah perhotelan ternama di kawasan wisata Montreux, Swiss. Banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di universitas bergengsi ini. Selain kualitas pendidikannya bermutu, letak kampus ini juga strategis di jantung Montreux, serta memiliki akreditasi internasional sebagai daya tariknya di mata pelajar internasional.